Kenapa Saya Menulis? Ini tentang Buku dan Nostalgia.



Salah satu harta yang paling berharga yang seseorang miliki adalah Tulisan, dalam hidup seseorang tidak akan abadi tapi tulisan akan selalu abadi tidak di makan waktu tepatnya.
-Mutiahptr-


Malam yang indah, saya tengah menengadah terhadap langit dengan gerimis manjanya yang perlahan turun ke bumi seolah sedang mengadu bahwa hari ini dia tengah terharu atau bersedih saya tidak tahu pastinya.
 Kini saya tengah duduk di kursi tepat di dapur rumah saya, loh kenapa dapur? Nggak tahu juga hehe, aneh ya? Iya, saya memang lebih menyukai nongkrong di dapur dalam berbagai hal membaca buku, menulis, kuliah daring, dan memasak pastinya, mungkin karena lampunya yang lebih terang ataukah memang suasananya yang nyaman menurut saya.
Kali ini saya pastikan begadang lagi bukan karena meneguk segelas kopi, oh tidak. Kali ini saya terpaksa begadang karena dua jam lalu saya telah tertidur lelap lebih awal dan akhirnya terbangun dan yaa gitu saya tidak bisa tidur lagi, sudah saya coba tapi mata saya berat untuk kembali tertutup seperti tidak ikhlas begitu kalau saya harus kembali tidur. dan akhirnya saya terpikir untuk mulai menulis ..
            Entah kenapa saya selalu ingin menulis mungkin kecintaan saya terhadap buku, Ah saya rasa tidak hanya itu. Ada begitu banyak alasan mendasari, saya adalah seseorang yang bisa kamu sebut Introvert saya tidak cukup pandai bercakap dengan banyak orang apalagi dengan orang yang baru saya kenal, saya orang yang lebih menyukai kesendirian ini jujur tapi saya hanya berusaha menutupi itu, ketika sendiri saya begitu tenang mengespresikan diri saya, saya cenderung tidak suka banyak berbicara, saya tidak nyaman dalam keramaian dan berbagai banyak hal yang agaknya itu aneh jika kamu membacanya mungkin itulah kenapa dengan menulis saya bisa mengespresikan diri saya, menuangkannya dalam bait kekata. Oh iya, dan juga saya takut lupa skefo saja ya saya adalah seseorang yang pelupa sangat pelupa hehe, saya hanya mengingat sesuatu yang menurut saya itu penting untuk saya ingat dan mampu melewati nalar saya dan menembus dunia saya. Tidak heran jika Si Firdha sahabat saya meraung tiap pagi kerap kali saya lupa kapan terakhir kali menyimpan kunci motor ketika kita hendak berangkat ke kampus untuk kuliah pagi, pernah juga nih suatu waktu saya pusing mencari kacamata saya sudah sedikit emosi cari kesana dan kemari yang jelas-jelas si kacamata dari tadi hanya menopang di atas kepala saya hehe, eh masih banyak lagi nah itulah alasan kenapa saya menulis karena saya juga takut lupa akan hari yang telah saya lewati dan lebih-lebihnya hal ini sangat nyaman karena bagi saya nyaman is number one.
Menulis sangat nyaman bagi saya, hal dimana saya bebas mengespresikan diri saya tanpa harus berbicara kesana kemari, saya ingat kali pertama saya sangat mencintai menulis iya, kelas 5 SD, sayaa bocah kelas 5 SD yang telah menulis kisah pangeran dan putri menjadikannya karya itu lalu nya saya jual ke teman dengan harga Dua ribu rupiah hahaha dengan hanya berbekal khayalan lantas teman saya hanya menyetor namanya beserta nama cowo atau cewe yang menjadi cinta monyetnya kala itu kalau ingat masa itu saya nggak bisa untuk nggak senyum sendiri dengan umur belia saya sudah memiliki jiwa bisnis menggebu. Kenapa saya berkhayal? Kembali ke alasan saya mencintai menulis karena saya mencintai buku mencintai membaca.
Saya mulai mahir membaca di usia 6 tahun sejak saya Taman kanak-kanak, saya selalu meminta om saya yang berada diperantauan untuk mengirimkan saya buku Majalah Bobo (anak kelahiran dua ribuan pasti tahu si bobo), saya juga gemar membaca reklame jalan tiap kali saya sama bapak jalan-jalan dengan motor tua bapak, membaca koran di usia saya yang masih dini ini, selain itu saya sangat menyukai dongeng entah berapa ratus buku dongeng yang saya habiskan, mungkin itu salah satu penyebab saya banyak berkhayal.
Saya juga ingat memasuki bangku SD saya bahagia banget karena SD saya memiliki Perpustakaan saya tahu menahu tentang perpustakaan ketika SD dimana tempat itu menjadi surga bagi saya dimana saya bebas membaca buku sebanyak mungkin, melihat begitu banyak buku bacaan yang membuat saya tidak ingin beranjak sampai harus di tegur karena saya lupa pulang hehe. Eh, Kamu ingat nggak dulu tiap bulan pasti ada kakak-kakak penjual buku yang nawarin dengan membawa brosur dimana list buku di dalamnya berbagai macam dari buku cerita dongeng sampai buku Ilmu pengetahuan bahkan sampai ada yang tafsir mimpi? Iya, saya ingat banget kala itu saya rela nggak belanja apapun demi nabung uang buat beli buku-bukunya tiap bulan hehehe.
Menuju ke masa SMP dan SMA masa remaja, masa puber kalau kata gaulnya kalau saya menilai masa itu merupakan masa indah-indahnya berkawan dengan banyak teman, mulai tumbuh rasa menyukai lawan jenis, semua ada di tingkat persepsimu. Dan kamu tahu ajaibnya? Saya masih tetap sama mencintai buku dan membaca perpustakaan masih menjadi kawan yang menemani kesendirian saya bedanya kini buku yang saya suka telah naik tingkat saya mulai menyukai dunia sajak, puisi-puisi. kenapa puisi? Kalau kamu baca tulisan pertama saya di blog ini kamu akan mendapati bahwa saya telah membaca dan membawakan puisi sejak kelas 1 SD dan itu berlanjut sampai sekarang saya paling suka puisi karya Chairil Anwar, Toto Sudarto Bachtiar, Sapardi Djoko Damono, Aan Mansyur dan masih banyak lagi kemudian meningkat lagi saya menyukai buku Novel saya menyukai salah satu penulisnya J.K Rowling, Bang Darwis Tere Liye, Mbak Asma Nadia dan masih banyak lagi.
Dan ketika saya beranjak dewasa, saat saya memasuki bangku perkuliahan hei masa sama saya malah semakin mencintai buku dan genre saya meningkat guys, saya kini lebih suka membaca buku yang membuat saya berpikir salah satunya Filsafat, Logika dan kawan-kawannya saya suka banget buku karya Karl Max, Tan Malaka, Yuval Noah Harari dan yap masih banyal lagi ..
Dan kamu tahu, kenapa saya selalu ingin membaca? Karena ketika saya membaca saya merasa telah mengelilingi dunia, benar saya haus akan pengetahuan saya tidak bilang kalau saya orang cerdas hehe rasa ingin tahu saya begitu dalam dan itu terjawab ketika saya membaca, saya selalu ingin merasa bodoh karena dengan begitu saya dapat mengetahui banyak hal dengan saya mencari tahu, dengan membaca saya tidak perlu takut tersesat, saya lega serta bersyukur disepanjang hidup saya telah berkawan dengan buku saya percaya dengan buku saya dapat mewujudkan mimpi-mimpi besar saya.
Lantas, bagaimana dengan menulis? Iya dengan menulis kelak di usia saya yang tidak lagi muda ketika saya rambut saya sudah ditumbuhi uban, ketika saya sudah mulai pikun, saya tahu saya tidak abadi tapi tulisan saya abadi.. saya ingin kelak tulisan dan kisah saya dapat saya ceritakan ke anak-anak saya, cucu-cicit saya, saya ingin ketika saya sudah tidak sempat menceritakan mereka karena kelak saya akan mengarungi perjalan kedua saya, saya ingin mereka dapat membaca kisah neneknya ini. Sangat klasik bukan? ..

-Mutiahptr-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku, kepada diriku.

Kau Raib dan Aku Nelangsa

Mula