Aku, kepada diriku.
Sebuah cerita, sebuah cinta dan
sebuah asa meruak ke dalam jemari mengaliri setiap darah dalam tubuhmu,
mengoyakmu perlahan. Dia menyelinap ke dalam ruang yang paling sakral dalam
tubuhmu, ruang yang belum pernah dijalari oleh apapun namun, dia, berhasil.
Kau mulai kelelahan, kau jatuh
didalamnya. Dia berhasil menembus dinding itu, menembus segala pondasi yang kau
bangun. Rupanya kau mulai, mencintainya. Saat dia meruak menembus pondasi yang
kau sebut, jiwa.
Kemana perginya kepercayaan
dirimu? Saat kau memutuskan untuk menutup pondasi itu, kemana perginya kekuatanmu?
Saat kau berjuang untuk tidak lagi roboh.
-puan renjana-
Komentar
Posting Komentar