Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Tentangmu masih saja pahit

            Kini telah berlalu puluhan purnama sejak kau memutuskan pergi tanpa berucap pamit padaku pun tak terhitung guguran dedaunan dan rintik hujan yang menemani hari-hari pahitku tanpamu. Namun setelah kepergianmu tuan, aku masih belum paham akan rasa yang masih menikam jantungku setiap harinya yang membuatku terus berlari menjauhi segala bayang-akanmu. Adalah kau lelaki, awal dari semua cerita pahitku yang tak kutahu kapan akhirnya.       Tuan setelah hari-hari panjang yang kulewati tanpamu masih saja aku merindumu tanpa jeda, bibirku mungkin berucap membencimu teramat, namun percayalah dari lubuk yang paling dalam aku masih menunggumu di penghujung, masih saja aku menjaga ruang yang kau sebut milikmi dulu; ialah hatiku yang kini kau tinggal.         Bahwa benar mencintaimu bukan hanya sekedar lamunan yang telah menjadi kebiasaanku setahun terakhir jika rembulan telah menjemput sang malam. Saat ka...