Malam tepat sepeninggalmu
Hari ini masih sama dengan hari-hari sebelumnya, tepatnya sepeninggalmu. Disela-sela waktu aku masih duduk termenung dan memikirkan segala perihal kisah yang pernah kita rangkai dengan indah, lalu aku kembali dibuat tersadar dan bertanya-tanya tentang kesalahan apa yang telah kuperbuat hingga dengan tega kau matikan segala perasaanmu. Tuan, ada suatu keadaan yang penuh dengan kegelapan, angin berhembus, seberkas cahaya menghampiri serta gema suara yang begitu lembut namun kalimat lembut yang mengalir itu justru sangat menyakitkan ketika merasuk kedalam kedua belai telingaku. taukah engkau tuan? Ia adalah malam penuh bintang dengan gema angin dan deraian hujan, malam dimana aku menumpahkan air mataku begitu deras saat kau berucap tak ingin lagi menjadi rumah bagiku. Malam ini aku kembali menengadah terhadap langit. gelap, seberkas cahaya, pun gema lembut kembali dalam kehidupanku yang terjadi ialah aku tiba-tiba teringat padamu kembali kenangan lama yang bersih keras ingin kup...