Malam tepat sepeninggalmu
Hari
ini masih sama dengan hari-hari sebelumnya, tepatnya sepeninggalmu. Disela-sela
waktu aku masih duduk termenung dan memikirkan segala perihal kisah yang pernah
kita rangkai dengan indah, lalu aku kembali dibuat tersadar dan bertanya-tanya
tentang kesalahan apa yang telah kuperbuat hingga dengan tega kau matikan segala
perasaanmu.
Tuan,
ada suatu keadaan yang penuh dengan kegelapan, angin berhembus, seberkas cahaya
menghampiri serta gema suara yang begitu lembut namun kalimat lembut yang mengalir
itu justru sangat menyakitkan ketika merasuk kedalam kedua belai telingaku. taukah
engkau tuan? Ia adalah malam penuh bintang dengan gema angin dan deraian hujan,
malam dimana aku menumpahkan air mataku begitu deras saat kau berucap tak ingin
lagi menjadi rumah bagiku.
Malam
ini aku kembali menengadah terhadap langit. gelap, seberkas cahaya, pun gema
lembut kembali dalam kehidupanku yang terjadi ialah aku tiba-tiba teringat
padamu kembali kenangan lama yang bersih keras ingin kupenggal dari hidupku teringat
dengan manis dan pahit tentang bagaimana kamu tersenyum manis dan mengakhiri
kisah kita.
Taukah
kamu? Malam itu hariku benar-benar sangat melelahkan aku hanya ingin memelukmu
mendalam namun kamu hempas segala asa yang kumiliki.
Dan
malam ini sama dengan malam sebelumnya yang aku lakukan hanya bermuram durja. Rasanya
setiap mengingatmu hatiku bak tertusuk beribu jarum tajam setiap kali aku menangisimu
bak berada ditengah lautan hampa tanpa ada desiran ombak segalanya tentangmu
menghujani jantungku, Mimpi-mimpi tentangmu sangat menyakitkan ketika aku
terbangun nanti.
Tuan,
kumohon ajari aku untuk melupa segala perihalmu, kumohon ajari aku untuk tetap
baik-baik saja tanpamu, kumohon ajari aku..
/pu.an\
Komentar
Posting Komentar