Mula


      Mengenalmu adalah definisi bahagia paling nyata yang dengan lancangnya berkelana di jiwaku, aku bersyukur karena kau memilihku dalam setiap tegurmu. Menikmati tiap senyum dari lengkungan bibirmu, manis. Hingga tak henti-hentinya aku mengaksarakan tiap kali pertemuan itu beradu dan menunggu-nunggu tiap kali jeda telah memaksa kita untuk bersabar. Belum lama setelah matamu melirikku lantas tersipu malu, lancang sekali aku menduga bahwa kau telah jatuh cinta padaku. Maaf aku banyak berharap.

    Namun menyenangkan, setelah berpandang itu kau langsung menyergapku dengan pelukan, menyatakannya dengan lancang.

 “Hei, aku menyukaimu. Sungguh.”

    Mengenang kembali kita bermula dari chat basa-basi, tempat memuntahkan segala pahit getir kehidupan hingga kaulah yang kabarnya paling aku nanti-nanti. Seperti penyihir kau mengetahui isi dari dugaanku. Tidak berlangsung lama aku mengiyakan keterikatan kita. Jadilah aku perempuan paling bahagia jauh berbeda dari Maret kemarin. Rasanya takdir kita memang sejalan, kali pertama menggenggam tanganmu aku sudah tau bahwa inilah genggaman yang akan menuntunku menuju pencarian diriku, memelukmu aku sudah tau bahwa kaulah setepat-tepatnya penopang dikala selemah-lemahnya aku. Perihal kita sama-sama di dewasakan luka masa lalu terempas dan teregas oleh pahitnya penolakan, lalu kita bertemu untuk sama-sama merayakan diri kita yang telah kembali dari kelana panjangnya.

    Aku tak pernah meminta lebih pun sempurna cukup jadi seada-adanya dirimu. Tapi, kumohon jika kaulah yang dihadirkan Semesta untuk terus berjalan disampingku jangan pernah mundur selangkah atau bahkan maju, tetap berada disisiku itu sudah cukup hingga cerita-cerita kita diukir diatas rembulan sebagai satu yang akan selalu dikenang manis. Namun jikalau kau hanyalah selamat tinggal dikemudian hari cukup bantu aku untuk tetap tersenyum saat hari melepaskan itu.

    Tapi yang lebih aku syukuri hari ini; rasa kita yang tidak lebih juga tidak kurang karena kita sudah saling melengkapi.


-puan-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku, kepada diriku.

Kau Raib dan Aku Nelangsa