Ku-Mu.
Pagi, siang, sore, malam, matahari terbit dan terbenam, bintang gemintang, rembulan semuanya amat menyenangkan sama seperti kali pertama dua insan saling menatap penuh harap namun sedikit tersipu malu, tepat saat belum ada sekat antara aku dan kau. Senja yang menenangkan saat ucapan sayang masih selalu kau ucap padaku, saat kecupan manis dari bibirmu untuk keningku dan pelukan hangat yang membuatku tenang karena ada kau di sisiku. Bagaimana kita saling menggenggam, kupeluk kau erat saat laju motormu membuatku takut kemudian kau eratkan pelukkanku ketika aku hendak tertidur di atas motor. Bahwa benar aku merindukanmu dan kenangan kita . Aku tidak pernah berpikir arti perpisahan bisa se-menyakitkan yang kini tengah kualami. Tak henti-hentinya aku mengaksarakan lukaku mungkin membuatmu bosan jika membaca tiap kalimatnya atau bahkan menyumpah-nyumpahiku tapi bukankah ini yang dilakukan seorang penyair mengukir tiap lukanya dalam sebuah aksara? Tuan yang kini menjadi toko utama dalam ...