Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Ku-Mu.

Pagi, siang, sore, malam, matahari terbit dan terbenam, bintang gemintang, rembulan semuanya amat menyenangkan sama seperti kali pertama dua insan saling menatap penuh harap namun sedikit tersipu malu, tepat saat belum ada sekat antara aku dan kau. Senja yang menenangkan saat ucapan sayang masih selalu kau ucap padaku, saat kecupan manis dari bibirmu untuk keningku dan pelukan hangat yang membuatku tenang karena ada kau di sisiku. Bagaimana kita saling menggenggam, kupeluk kau erat saat laju motormu membuatku takut kemudian kau eratkan pelukkanku ketika aku hendak tertidur di atas motor. Bahwa benar aku merindukanmu dan kenangan kita . Aku tidak pernah berpikir arti perpisahan bisa se-menyakitkan yang kini tengah kualami. Tak henti-hentinya aku mengaksarakan lukaku mungkin membuatmu bosan jika membaca tiap kalimatnya atau bahkan menyumpah-nyumpahiku tapi bukankah ini yang dilakukan seorang penyair mengukir tiap lukanya dalam sebuah aksara? Tuan yang kini menjadi toko utama dalam ...

Kau Raib dan Aku Nelangsa

Ai terkasih .. Seseorang yang sedang mengukirmu lewat kata-ke-kata ini tengah dirundung nelangsa. Ialah aku perempuan yang telah kau porak-porandakan lalu kau koyak habis tempat yang mulanya kau sebut rumahmu; jiwaku. Ia kini telah hancur berserakan, puing-puingnya tak mampu lagi aku satukan, kini aku berteman sepi tapi masih sanggup mengucap namamu walau suaraku parau. Ai terkasih, kumohon jangan membuatku menjadi nelangsa, sungguh aku tak cukup kuat menanggung segenap beban kala aku merindumu, sungguh aku tak sanggup ketika kau selalu menjadi bunga tidurku tiap malam. Ingatkah saat kau paksa aku untuk melepasmu? Diammu, bisumu kau jadikan simbol bahwa kau segera ingin kulupakan, kau paksa aku berhenti saat aku sedang sayang-sayangnya. Sungguh kejam. Kau tidak tahu betapa aku berjuang keras untuk kita lalu kau buatku kembali berjuang keras untuk melupa akanmu dan kenangan kita . Ya, maksudku untuk aku dan kau. Karena kini tak ada lagi alasan untuk kita diantara...

POEM #1

Tentang (ku-mu) Adalah aku,   puan yang tengah bersimpu lantas menengadah terhadap langit puan yang mendoakan dengan tulus kebahagiaanmu. Adalah aku,   yang kini kian hanyut dalam rangkaian asa tak berkesudahan. namun masih bersedia merangkul segala keluhmu meminjamkan pundak di kala kau sedang lelap Adalah aku, yang tak pernah beranjak pergi dari hangatnya dekapan serta genggaman tanganmu puan yang mencintaimu sungguh, menjadikanmu candu. Adalah kau terang dalam gelapku pula tawa dalam tangisku, segalaku. Adalah kau puisi yang selalu aku ukir, dan adalah aku puisi yang tak pernah kau baca.

Dia adalah Matahariku yang dulu

Bahwa benar; Perihal Mencintai tak pernah ada yang sederhana, Sama halnya mencintaimu, tak sesederhana ucap. -Mutiahptr- “Apa kabarmu tuan? Agaknya lebih elok memanggilmu dengan sebutan Matahariku saja, bagaimana menurutmu? Kau menyukainya? Iya, kau masih matahariku kala itu.” Rasanya aku ingin mengenang kembali kisah sebelumnya, sebelum akhirnya kukabarkan bahwa kita akan sampai dipenghujung namun kau kini raib, kau memilih berhenti dan begitu, kita usai disini. Ingatkah tentang Matahari? Ia dia adalah matahariku, matahari dengan sinarnya yang telah merubah segala bentukan prinsip dan meluluh-lantahkan benteng yang aku bangun bertahun-tahun. Dia   matahariku yang membuatku telah berani menjatuhkan rasa kembali setelah asaku di masa lalu yang cukup pahit. Dia yang diam-diam kurindukan namun amat dalam tanpa berani berucap, dia yang pada suatu malam panjang hanya berani kupandang dengan rasa terkagum, dan dia hanya dia toko utama yang sejatinya pemilik d...

Kenapa Saya Menulis? Ini tentang Buku dan Nostalgia.

Salah satu harta yang paling berharga yang seseorang miliki adalah Tulisan, dalam hidup seseorang tidak akan abadi tapi tulisan akan selalu abadi tidak di makan waktu tepatnya. -Mutiahptr- Malam yang indah, saya tengah menengadah terhadap langit dengan gerimis manjanya yang perlahan turun ke bumi seolah sedang mengadu bahwa hari ini dia tengah terharu atau bersedih saya tidak tahu pastinya.   Kini saya tengah duduk di kursi tepat di dapur rumah saya, loh kenapa dapur? Nggak tahu juga hehe, aneh ya? Iya, saya memang lebih menyukai nongkrong di dapur dalam berbagai hal membaca buku, menulis, kuliah daring, dan memasak pastinya, mungkin karena lampunya yang lebih terang ataukah memang suasananya yang nyaman menurut saya. Kali ini saya pastikan begadang lagi bukan karena meneguk segelas kopi, oh tidak. Kali ini saya terpaksa begadang karena dua jam lalu saya telah tertidur lelap lebih awal dan akhirnya terbangun dan yaa gitu saya tidak bisa tidur lagi, sudah saya coba ...

Untukmu yang sedang Berjuang

"Untukmu, Jadilah seperti kaktus, berdiri sendiri, tangguh melindungi dirinya, sabar menanti tumbuhnya bunga walau akhir daur hidupnya, tetap percaya pada mimpimu dan jangan pernah menyerah karna tidak ada yang tahu akhir dari hidupmu, kamu kuat." -Mutiahptr-              Halo semuanya.. Lagi apa? Baikkah harinya? Saya harap kali ini kalian berucap direlung hati selalu baik mutiah. ya walaupun sebenarnya realita yang kini kamu alami nggak sejalan dengan ekspektasi kamu, oh iya yang masih sendiri gimana? yang ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya gimana? Sudah ikhlas belum liat dia sama yang lain? Hatinya sudah sembuh belum? Iya saya paham, itu sulit. Gapapa kok pelan-pelan kalian pasti bisa ngelaluin itu kecewa, rasa sakit, bahagia, kesedihan, dikhianati, rasa jenuh semua itu manusiawi tanpanya hidup nggak akan ada berwarna dan tanpanya pula saya dan kamu nggak akan mendapat pelajaran dalam hidup.        ...