TENTANG KAU, RINDU, DAN KEHILANGAN.
Aku tahu ketika seseorang Merindu sejatinya akan Berujung Temu lantas terobati.
Tapi ada yang kau tidak ketahui bahwa beberapa dari mereka Sang Perindu memiliki rindu-rindu yang telah Lenyap, mengambang dilangit-langit malam, Hilang dan hanya menjadi rindu-rindu yang kosong.
Begitulah Rindu yang tengah kualami.
Rindu yang tak berujung, yang tak ku ketahui cara tuk menyudahinya, dan tak kutemukan titik akhirnya, sebuah rindu yang tak terjawab, tapi aku masih saja menikmatinya.
Rindu pahit ini membawaku pada sebuah kenangan pahit, kisah tentang kehilangan seseorang yang teramat kucintai, teramat kurindukan dan dengan tega membuatku merintih menahan setengah mati rindu ini...
Mari kuceritakan sedikit pahitnya menanggung Rindu, kala itu aku setengah mati menanggungnya ketika kusaksikan sebagian dari jiwaku dibawanya pergi, ketika sebagian dari pengharapanku dilumpuhkan dalam sekejap mata, ketika Tuhan lebih memilihnya dibandingkan aku, dan ketika dia memilih mengakhiri, lantas pergi dan tak niat tuk kembali.
Meski, aku menangis darah sekalipun.
Meski, aku menangis darah sekalipun.
Sejenak aku membenci diriku, mengutuk diri karena tidak mewujudkan keinginan terakhirnya, menyumpahi diriku yang tak memiliki perasaan dan lebih memilih kawanku meski denyut waktu terakhirnya bersamaku.
"Dasar gadis tidak punya hati, tolol, goblok, gadis egois." aku berujar, pada diriku...
Kau tahu? sejak kau memilih pergi ketika fajar mulai muncul dan membuat orang-orang yang mencintaimu merintih, menanggung segala kepedihan. kau yang tidak pamit dan membuatku terluka, betapa tidak kau yang dengan wajah bahagia lantas memejamkan mata yang kuyakini masih bisa kau buka namun realita menolak keyakinanku.
Aku Menggenggam erat tanganmu, mencium keningmu dan tak kubiarkan seorang pun membawamu dari hadapku, menolak dengan mentah perkataan mereka yang meyakini kau telah dibawa sang malaikat dan meyakini kau telah berjalan mengarungi perjalanan keduamu. AKU MENOLAK!
Hei, bukankah aku memang gadis Egois?
AKU MENOLAK! mereka ingin membawamu, membiarkan aku tak melihatmu lagi di hari-hariku. AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN ITU TERJADI! aku yang tetap memertahankanmu dan membuatmu tersiksa lebih lama. bukankah aku egois? aku yang hanya mementingkan diriku dan tidak memikirkan kau yang sudah tersiksa.
Aku lontarkan tanya padamu.
Masih sudihkah kau memaafkanku?
Masih sudihkah kau menerima segenap kerinduanku?
Masih sudihkah kau menemuiku di hari kita dapat dipertemukan kembali?
-putri1969
Komentar
Posting Komentar