SI GADIS PENYUKA SAJAK
Malam itu adalah malam yang
sejuk di bulan oktober, dan jarum jam menunjukkan pukul sepuluh malam aku
tengah menengadah terhadap langit, menatap bintang dan sang rembulan bertebaran
menari-nari memanggilku salah satunya tengah berbisik kepadaku, membuatku
teringat akan sebuah kisah klasik yang manis, kisah tentangku, Gadis penyuka
sajak.
Jika kelak kau rupanya bertemu dengan seorang gadis berusia 17 tahun yang juga menyukai sajak coba pandang dia lamat-lamatnya barangkali itu aku, yah aku. Panggil saja aku okta, aku gadis dengan nama beraslikan Putri Oktavia Langka.S Barangkali saat kalian mendengar gadis dengan nama itu terbesit dibenak kalian “apa makna dari nama si gadis itu?” dan jawabannya akupun masih belum tahu.
Tapi jikalau kau menanyakan apa itu Langka
yang yang menjadi akhiran dari namaku
barangkali aku bisa menjawabnya dengan deret kekata-ku dan ibuku berucap acap
kali tiap kali aku bertanya “apa sih Langka itu bu?” terkadang aku sedikit tak
enak hati mengunyah dengan lahapnya perkataan kawan yang mengejekku karena
namaku yang sedikit berbeda namun, ada satu yang sebenarnya mampu melalui
kerongkonganku, jika saja aku memang menelannya.
Tapi tidak, aku
mengeluarkannya kembali, kuperlihatkan, lalu aku melontar tanya. Santapan itu
adalah ketika ibuku berujar bahwa tidak ada nama yang jelek nak, mungkin
kawanmu tidak tau betapa berartinya nama yang ibu hadiahkan untukmu itu adalah
warisan dari buyutmu yang menginginkan kau mengenakan nama itu di akhiran
namamu nak dan saat itu pula aku berjanji setiap celaan dari kawanku itu aku
balaskan dengan seyum manis dari kedua belah bibirku.
Mari kita lanjutkan ceritaku
yang sempat terpotong tadi. tepat pada tanggal 8 oktober 2000 seorang ibu
melahirkan bayi perempuan nan-cantik dan mungil serta lucu dan itu tidak lain
adalah diriku. aku adalah seorang gadis yang berasal dari suku terkenal dari
sabang sampai merauke dan itu pasti beberapa orang dari suku-ku berdomisili
disana yah aku adalah gadis keturunan suku Bugis, aku lahir di kota Pinrang
Sulawesi Selatan tepatnya di sebuah rumah sakit Persalinan tidak jauh dari
tempat tinggalku kala itu.
Bicara tentang kedua orang tuaku, maka ini
tidak akan terlepas dari kehidupan dalam keluargaku dan ku akan mengupas secuik
kisah dalam keharmonisan keluargaku. Aku adalah Si Sulung anak pertama dari dua
bersaudara lahir dari keluarga yang sederhana hidup berkecukupan dan aku
menikmati setiap detik kebahagiaan bersama keluargaku, ibuku bernama lengkap
Arfah Husni dia adalah surgaku, ratu dalam hatiku seorang wanita yang sangat
kucintai lebih dari apapun di dunia wanita yang mempertaruhkan hidup dan
matinya demi melihat senyum mungilku di dunia.
Ayahku bernama Puang
Saharuddin dia adalah seorang superhero bagi diriku seorang yang sangat aku
cintai dan hormati seorang yang sangat menyayangiku yang bahkan marah lantas
mengeluarkan perkataan kasar ataukah menggertakku, memukuliku sedikitpun tak
pernah.
Tidak hanya itu aku memiliki seorang saudara
bernama Muh. Ji’ran Nganro dia adalah adik kesayanganku bagaimana tidak aku
hanya memiliki dia satu-satunya adikku, di adik yang sewaktu dilahirkan oleh
ibuku membuatku menangis disudut kamar setiap malam dikarenakan aku takut ibuku
tidak menyayangiku lagi, aku takut akan hal adikku merebut ibuku dan saat itu
aku benar-benar tidak tau apapun aku masih seorang gadis kecil kesayangan
ayahku.
Lalu ayahku kembali menjelaskan padaku bahwa
itu adalah seorang adik yang dihadiahkan Tuhan untuk aku jaga, Sejak saat itu
aku sangat menyayangi adikku aku adalah orang terdepan yang akan melawan jika
ada yang memarahi dan mengganggu dia.
Akupun juga memiliki saudari
yang tak sedarah aku mengenalnya lebih dari orang-orang mengenalnya kita
dipertemukan di sekolah menengah pertama dan kita bersama lagi di SMA 6 tahun
aku bersama mereka kita lewati dengan penuh canda tawa namun, kini kita terpisah jarak karna kita
memiliki jalan masing-masing. Teruntuk dia yang bernama lengkap St. Amina lebih sering kupanggil cammina aku dikeroyok
rindu seketika merindukan seorang saudari sepertinya yang bahkan belum bisa
kudapatkan di diri orang lain sosoknya, dia adalah sosok wanita yang tegar,
lembut hatinya, empatik terhadap sesama, yang selalu mendukungku, dan menegurku
jikalau aku berbuat kesalahan, aku merindukanmu saudariku.
Tak hanya itu aku juga
memiliki begitu banyak sahabat dia adalah Nurul annisa aku lebih mengenalnya
nune teman yang kutemui di asrama beberapa bulan lalu gadis berkacamata dengan
IQ di atas rata-rata, peduli terhadap sesama, Sema Putri Al hamid sebut dia
sema gadis idaman lelaki memiliki wajah cantik, keturunan arab dia gadis yang
baik, Andi Safirah Annisa Marwiji ku sapa dia firacu gadis lemah lembut,
penyabar, dan dibingungkan akan cinta hehe, Anugrah Citra Awaliyah Syam dia
kupanggil rara dia gadis yang lucu, apa adanya, perempuan setia dengan
pasangannya, gadis yang selalu menyembunyikan perasaannya, sedihnya, raaa kalau
kamu baca tolong kamu curhat saja kita ini Sahabat kan?
Perbedaan bukanlah
menjauhkan kita tapi mendekatkan kita karna perbedaan itu Indah untuk kita
jalani berbicara perbedaan kenalkan sahabatku yang kita dipertemukan dalam
perbedaan dari sudut pandang kepercayaan yang di anut.
Mereka adalah Oktavianne Pabendang seorang
yang aku panggil kembar yah dia kembarku gadis yang mirip denganku berkacamata,
kelahiran kita berduapun sama, Misyellah Tandiesak dia kupanggil misel gadis
lucu yang selalu mengajarkanku kosa kata bahasa toraja, Cindy Rofany Rantesalu
gadis yang kusapa sindy gadis paling unik yang kutemui, Stevanny Manga
kupanggil dia Bunda gadis berwajah manis, Grecilia Padmadewi Gosali ku panggil
dia gege gadis unik, cerdas, Maria Fransisca Rara kusapa dia rara karna dia
marah jikalau ku panggil Maria dia gadis cerdas, selalu membantuku tanpa
pamrih.
Menyinggung kesenangan dan
kebahagiaan aku teringat akan pengalaman menyenangkan, menyedihkan dan
memalukan yang pernah terjadi di hidupku dan pengalaman yang paling menyenangkan
yaitu salah satunya ketika tujuh belas tahunku datang menyapaku dan enam belas
tahunku melambaikan tangan tanda akan segera menghilang, terima kasih kuucapkan
teruntuk sahabatku yang telah sepakat bersandiwara di depanku dan bersikap
biasa saja tanpa aku ketahui ternyata ada hal yang luar biasa dibaliknya.
Dan untuk kisahku yang
teramat menyedihkan dalam hidupku ketika aku menerima pesan singkat dari
sepuhku di pagi buta aku tertegun menahan tangis dia kritis di rumah sakit
tanpa pikir panjang aku beranjak menuju rumah sakit sesampaiku tidak, tidaklah
mungkin ini terjadi aku harus melihat orang yang paling aku sayangi meninggalkan
aku selamanya hilang bersama senyumnya mengambang di atas langit malam menjadi
diantara bintang-bintang seseorang yang teramat penting dihidupku sekarang
berada disisi malaikat-malaikat dan sekarang dia mungkin memandang ku menulis
deret-deret kekatah untuknya teruntuk kakakku, aku meridukanmu sehingga jantungku tercabik menahan pahit getir
kerinduan ini, teruntuk kesedihanku aku berharap kau diberi kesembuhan sehingga
masih tetap bertahan.
Dan kisah ku satu ini tidak
hanya tentang kesedihan dan kebahagiaan ini tentang rasa malu Yang ku alami
beberapa pekan lalu, saat jumat malam di pukul 10.00pm aku memberanikan diri
mengantar kawanku yang hendak mengerjakan tugas dengan mengendarai motor milik
sahabatku saat di perjalanan pulang entah apa yang aku pikir sehingga aku
memilih berpikir konyol dan aku pun tak tahu asal muasal dari pikiranku ini aku
membuat keisengan dengan mengirimkan sebuah pesan singkat yang aku kirim
berkali-kali kutujukan langsung kepada kawan yang kuantar.
Bahwa dalam pesan itu aku iseng mengatakan aku
sedang di tahan oleh laki-laki yang tak ku kenal dan dia meminta seluruh uangku
dan ponselku kala itu tanpa aku menyadari itu membuat semua orang bahkan
tetangga dan kakak senior tersentak kaget dan mencariku yang ternyata sedang
tertawa lepas di kamar kecilku saat aku menyadari kesalahanku aku merasa malu
yang tak tertahan aku merasa telah menjadi tersangka utama dalam kasus kejahatan
yang berakibat fatal untuk mereka yang telah aku buat panik bagai serangga
kehilangan induknya maafkan aku jikalau kalian berkenang maafku tulus dari lubuk
hati seorang gadis yang lemah dan penuh penyesalan.
Aku adalah okta si gadis nan
puitis akan syair-syair dan si gadis penyuka sajak perindu berat, pecinta
puisi-puisi dari sastrawan dunia, aku mencintai puisi dan mampu membawakan
sebuah puisi aku bisa dibilang berprestasi dalam bidang puisi sehingga membuat
orang tuaku berkata nak, sepertinya kau harus mengambil sastra di pilihan
keduamu setelah kedokteran saat ujian masuk perguruan tinggi, aku hanya berucap
dan menyangga. Tidak bu, aku memang gadis puitis penyuka sajak tapi bukan
berarti aku harus masuk ke jurusan sastra agar seperti itu.
Aku bisa saja menjadi sastrawan karna
menurutku seorang sastrawan tidak harus terkungkung pada sebuah jurusan sastra.
Nah aku pernah menjuarai lomba baca puisi tingkat Kabupaten dan berhasil
menjadi top kelima se-provinsi dalam lomba bergengsi, dan suatu kebanggaan saat
aku di undang untuk membawakan puisi aku berbangga untuk diriku terlebih kepada
orang tuaku yang neneteskan air mata seketika aku berhasil membuat orang yang
menyaksikanku berlinang air mata entah itu karena penghayatan ku ataukah dia
sedang dililip oleh debu, aku bangga bisa membawakan puisiku di depan
orang-orang ternama yang disaksikan oleh
pejabat-pejabat negara, menteri, Gubernur dan panglima, itu adalah prestasiku dibidang
yang ku geluti.
Dan terakhir tentang asmara
yang mau tak mau aku harus tetap memilih mau, aku hampir tak bisa berkata.
lantas apa yang akan si gadis penyuka sajak ini ceritakan dan mulai darimana
dia akan bercerita tentang kisah asmara yang bahkan sama sekali ia belum pernah
merasakannya. Teruntuk 17 ku yang ku rayakan pekan lalu.
Maafkan aku yang sampai sekarang belum bisa
merasakan elok cinta yang membuat hati membara, menggejolak di dalam jiwa dan
menampakkan senyum di belah bibirku. maafkan aku yang belum pernah bahkan
menjatuhkan hatiku untuk (dia) yang nantinya ku tempati berlabu dikala aku tak
tahu harus melabuhkannya kepada siapa entah mengapa aku seperti ini mati rasa
jiwaku akan bicara tentang percintaan yang bahkan definisi dari jatuh akan
cinta sejatinya belum ku pahami degan baik.
Aku kalah dari dia kawanku
yang sudah mahir dalam mencintai dan aku apa? Yang bahkan saat itu aku masih
asiknya bermain dengan anak-anak mengenang masa kecilku yang hilang di telan
waktu.
Dan akhir dari profil
ceritaku diperuntukkan kepada tuan yang nantinya ku tempati berlabuh yang
nantinya menjadi pemilik dari tulisan-tulisan tanganku jikalau kelak aku
dipertemukan dengan tuan tolong ajari aku akan cinta dan bisa labuhkan jiwa
hanya untukmu kau haruslah tau sejatinya kau tidak akan pernah mati jika
dicintai oleh seorang penulis (aku) kau akan tetap hidup, hidup dalam
tinta-tinta penaku dan mengalir bersamaku menjadi sebuah Sastra.
Komentar
Posting Komentar